NAMA KUMPULAN : 1. ABDUL HADI BIN ABD RASHID (02DGU16F2017)
2. MUHD
ASLAM HILMI B. YAZIEL (02DGU162002)
3.
FITRAHANAFI BIN AZIMI (02DGU16F2006)
4. MUHD
NUR FAKHRI BIN ABD JALIL (02DGU16F2010)
5. MUHD
IZZUL BIN RAZLAN (02DGU16F2008)
KELAS : DGU 2A
NAMA PENSYARAH: PUAN YUSIDAWATI BINTI YUSOF
NAMA SUBJEK : DUA 2012: SAINS, TEKNOLOGI DAN KEJURUTERAAN
DALAM ISLAM
(DENGAN NAMA ALLAH, YANG MAHA PEMURAH , LAGI MAHA MENGASIHANI)
Maka setiap benda atau perkara yang Allah ciptakan di atas muka bumi ini semuanya ada hikmah dan manfaatnya. Sebagai seorang muslim kita mesti perlu yakin dengan setiap kewujudan yang Allah swt ciptakan. Jangan sesekali besangka buruk dengan pecipta kita.
Di sini saya kaitkan kisah penciptaan haiwan di muka bumi ini...
Allah telah menciptakan semua jenis haiwan dari air, Maka
sebahagian dari haiwan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebahagian
berjalan dengan dua kaki dan yang lain berjalan dengan empat kaki. Allah
menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.
Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang
menjelaskan dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang
lurus.(Qs.An Nur :45-46)
Para ilmuwan mengklasifikasikan haiwan kepada dua kelompok
besar, iaitu haiwan bertulang belakang dan haiwan tanpa tulang belakang.
Haiwan yang bertulang belakang disebut Vertebrata.
Haiwan tanpa tulang belakang disebut Invertebrata.
Klasifikasi Haiwan Menurut Makanan Mereka.
Haiwan yang memakan daging dikenali sebagai haiwan karnivor.
Contoh: Kucing, harimau,singa dsb.
Haiwan yang memakan tumbuhan dikenal sebagai haiwan herbivor.
Contoh: kambing, kuda ,kerbau,lembu dsb.
Haiwan yang memakan daging dan tumbuhan dikenal sebagai haiwan
omnivor.
Haiwan yang memakan serangga dikenali sebagai haiwan
insektivor.
Apabila kita bertanya bagaimana makhluk hidup muncul di muka
Bumi, maka hanya ada dua jawapan :
Pertama, makhluk hidup muncul melalui proses evolusi.
Menurut pernyataan teori evolusi, kehidupan dimulai dengan sel yang pertama.
Sel pertama ini muncul kerana faktor kebetulan, atau karena faktor “pembentukan
mandiri”, yang secara hipotetis disebut-sebut sebagai suatu hukum alam. Berdasarkan
faktor kebetulan dan hukum alam ini pula, sel hidup ini lalu berkembang dan
berevolusi, dan dengan mengambil bentuk-bentuk yang berbeza, menghasilkan
berjuta-juta spesies makhluk hidup di Bumi.
Kedua adalah “Penciptaan”. Semua makhluk hidup ada kerana
diciptakan oleh Pencipta yang maha esa. Ketika kehidupan beserta berjuta-juta
bentuknya yang tak mungkin muncul secara kebetulan itu – pertama kali
diciptakan, makhluk hidup telah memiliki rancangan yang lengkap, sempurna dan
unggul, sama seperti yang dimilikinya sekarang. Ini dibuktikan secara jelas dan
nyata, yang mana makhluk hidup paling sederhana sekali pun telah memiliki
struktur dan sistem kompleks, yang mustahil tercipta sebagai akibat dari faktor
kebetulan dan kondisi alam.
Jika terbukti bahawa makhluk hidup di Bumi tidak berevolusi
melalui kebetulan, seperti pernyataan para evolusionis, jelaslah bahwa makhluk
hidup adalah karya sang Pencipta. Para ilmuwan pendukung teori evolusi sepakat tidak
adanya alternatif ketiga. Salah satunya, Douglas Futuyma, menyatakan:
Organisme hanya mungkin muncul di muka bumi dalam keadaan
telah terbentuk sempurna, atau tidak. Jika tidak, bererti organisme telah
terbentuk dari spesies pendahulunya melalui suatu proses perubahan. Jika
organisme muncul dalam wujud telah terbentuk sempurna, pastilah organisme itu
diciptakan oleh suatu kecerdasan yang mahakuasa.
Paleontologi menunjukkan bahawa semua jenis makhluk hidup
muncul di Bumi pada saat berlainan, sekaligus dalam sekejap dan dalam wujud
yang telah sempurna terbentuk.
Dari semua hasil penggalian dan penelitian selama seratus
tahun atau lebih, menunjukkan bertentangan dengan pendapat kaum evolusionis bahawa
ternyata makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dalam wujud sempurna tanpa
cacat, atau dengan kata lain makhluk hidup telah “diciptakan”. Bakteria,
protozoa, cacing, moluska, dan makhluk laut tak bertulang belakang lainnya,
artropoda, ikan, amfibi, reptil, unggas, dan mamalia, semua muncul seketika,
lengkap dengan sistem dan organ yang kompleks. Tidak ada fosil yang dapat
disebut sebagai makhluk transisi atau tahap perantara.
Paleontologi menampilkan pesan yang sama dengan cabang ilmu
lainnya: Makhluk hidup tidak berevolusi, tetapi diciptakan. Sebagai hasilnya, pada
saat kaum evolusionis mencuba membuktikan teori mereka yang tidak berdasarkan
fakta itu, mereka justru membuktikan kebenaran penciptaan dengan tangan mereka
sendiri.
Robert Carroll, seorang ahli paleontologi vertebrata dan
seorang evolusionis yang gigih, mengakui bahwa keinginan kaum Darwinis tidak
dipenuhi oleh penemuan di bidang fosil:
Meskipun, selama lebih dari seratus tahun sejak meninggalnya
Darwin telah dilangsungkan supaya pengumpulan yang intensif, catatan fosil
belum juga menghasilkan gambaran mata rantai transisi yang tak terhingga
jumlahnya, seperti yang ia harapkan.
“Pada tahap sekarang dari penelitian geologis, kita harus
mengakui bahwa tidak ada sesuatu pun dalam catatan geologis yang bertentangan
dengan pandangan para penganut penciptaan konservatif, bahwa Tuhan telah
menciptakan tiap-tiap spesies secara terpisah…” (Edmund J. Ambrose, The Nature
and Origin of the Biological World, John Wiley & Sons, 1982, hal. 164)
Hal yang penting adalah ilmu pengetahuan telah menegaskan
kebenaran yang disaksikan oleh agama dari sejak awal sejarah hingga sekarang.
Allah menciptakan alam semesta dan semua makhluk hidup di dalamnya dari
ketiadaan. Dan Allah juga menciptakan manusia dari ketiadaan dan memberkatinya
dengan tak terhitung sifat. Kebenaran ini telah disampaikan kepada manusia
sejak zaman dahulu oleh para nabi, dan diungkapkan di dalam kitab-kitab suci.
Setiap nabi telah mengabarkan kepada umatnya bahwa Allah menciptakan manusia
dan semua makhluk hidup. Injil dan Al Qur’an keduanya mengabarkan tentang
penciptaan dengan cara yang sama.
Di dalam Al Qur’an, Allah berfirman pada sejumlah ayat bahwa
Dialah yang menciptakan alam semesta dan semua makhluk di dalamnya dari
ketiadaan, dan menata semuanya tanpa cela. Pada ayat berikut, dinyatakan bahwa
alam semesta dan apa-apa di dalamnya diciptakan:
Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘arasy. Dia
menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan
(diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, (masing-masing)
tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak
Allah, Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al A’râf, 7: 54)
Sama seperti Allah menciptakan segala sesuatu yang ada, Dia
juga menciptakan bumi yang kita huni saat ini, dan membuatnya mampu mendukung
kehidupan. Fakta ini diungkapkan di dalam ayat-ayat tertentu:
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya
gunung-gunung, dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan
Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami
menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki
kepadanya. (QS. Al Hijr, 15: 19-20)
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya
gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang
indah dipandang mata. (QS. Qâf, 50: 7)
Ayat-ayat di atas menyampaikan bahwa semua tumbuhan
diciptakan oleh Allah. Semua tumbuhan, baik yang diketahui maupun yang tidak,
semua pohon, rumput, buah, bunga, rumput laut, dan sayuran diciptakan oleh
Allah.
Dan hal yang sama pun berlaku untuk hewan. Semua jutaan
spesies haiwan yang hidup, atau pernah hidup, di bumi, diciptakan oleh Allah.
Ikan, reptil, burung, mamalia, kuda, jerapah, bajing, rusa, burung gereja,
elang, dinosaurus, paus, dan merak dsb, semuanya diciptakan dari ketiadaan oleh
Allah, Tuhan yang memiliki kecerdasan dan pengetahuan tak terhingga. Penciptaan
aneka ragam spesies makhluk hidup oleh Allah disebutkan dalam sejumlah ayat:
Dan Allah telah menciptakan semua jenis haiwan dari air,
maka sebagian dari haiwan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian
berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat
kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu. (QS. An Nûr, 24: 45)
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untukmu; padanya
ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya engkau
makan. (QS. An Nahl, 16: 5)
Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi
keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang
kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.(Qs.Al Hijr:20)
Manfaat Haiwan /binatang
1.Sebagai Makanan
2.Pakaian
3.Kendaraan
4.Perhiasan
5.Manfaat-Manfaat lain Yang Banyak
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu;
padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfa`at, dan
sebahagiannya kamu makan.Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya,
ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke
tempat penggembalaan.Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu
tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang
memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang,dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu
menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang
kamu tidak mengetahuinya.(Qs.Annahl :5-8)
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar
terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada
dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah
ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.(Qs.An Nahl :66)
"Dan Allah menjadikan bagimu rumahmu sebagai tempat
tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah) dari kulit binatang
ternak yang kamu merasa ringan membawanya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu
bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing,
alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)."
(Qs.An-Nahl: 80)
Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk
pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah
diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu,(Qs.Al An’am :142)
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar
terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air
susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu
terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian darinya kamu makan,dan di
atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu
kamu diangkut.(Qs.Al Mu’minun :21-22 )
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami
telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang
telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?Dan
Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi
tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.Dan mereka memperoleh padanya
manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?(Qs.Yaasin
:71-73)
Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu,
sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.Dan (ada lagi)
manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu
mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan
kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai
bahtera.(Qs.Al Mu’min :79-80)
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu
dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak
pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar
lagi Maha Melihat.(Qs.As Syuro:11)
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasang dan
menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.Supaya kamu
duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat ni`mat Tuhanmu apabila kamu telah
duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan, "Maha Suci Tuhan yang telah
menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu
menguasainya,dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."(Qs.Az
Zukhruf :12-14)

No comments:
Post a Comment